Sabtu, 16 Januari 2016

Saya, mereka, dan kita : Nurul Imam Ismanto

Nurul imam ismanto, atau yang biasa kami sapa dengan akrabnya, imam, amin, atau mam, ini adalah sesosok pemuda yang tidak seperti namanya, dimana namanya ini mengandung ciri keagamaan yang kuat namun orangnya ancur hahaha, bisa dibilang dia ini adalah orang yang dapat dikatakan pekerja keras, baik, aneh, kalo ngomong suka ga jelas dan gampang ngambekkan. Dia tidak 1 SMP dengan saya maupun SMKnya, namun kehadirannya tiap berkumpul selalu mengandung gelak tawa yang terasa aneh. Saya dapat mengatakan bahwa dia ini pekerja keras dikarenakan dia rela pulang pergi dari citeureup menuju cikarang untuk bekerja menafkahi dirinya dan juga pada saat SMP maupun SMKnya tiap sore dia selalu membantu orang tuanya berdagang di kawasan pabrik besar, apabila menurut kalian dia ini orang yang baik menurut saya dia tidak sebaik itu, karena apabila dia yang berjaga sendirian saat berdagang terkadang dia mengambil keuntungan sendiri sampai-sampai ortunya tidak tahu, namun keuntungan yang dia ambil itu terkadang untuk membantu konsumsi kami saat berkumpul, walaupun dia jarang shalat, namun kepribadian dia dapat dikatakan baik, dia juga yang paling ahli dalam perhitungan matematika. Dia juga lah yang dimana dalam perkumpulan kami merokok duluan, namun pada saat dia merokok atau minum dia tidak pernah mengajak kami untuk merokok bersamanya, walau pada akhirnya kami merokok juga dikarenakan terdorong oleh rasa ingin tahu hingga menjadi kebiasaan.
            Pernah pada suatu masa, terjadi kejadian yang unik yang kami bertiga (saya, bobi, dan imam) alami, yaitu motornya imam mogok didalam suatu kawasan jajanan didaerah griya gunung putri, hal ini terjadi karena kebodohan dia sendiri saat dia mengoprek motornya supaya mudah dihidupkan. Alhasil saat jam 10 malam setelah kami bertiga tanpa kehadiran ncek yang dikarenakan kerja, kami bertiga menstep motornya imam dengan motornya bobi, namun cara tersebut tidaklah berhasil, hingga akhirnya kami menemukan sebuah tali rapia diantara ilalalng kemudian mengikatnya kemotor imam dan saya bertugas untuk memegang tali tersebut supaya motornya jalan, cara inipun sama tidak berhasil dikarenakan talinya putus, hal ini membuat kami tertawa lepas dalam keheningan malam yang pada saat itu menunjukan jam 11 malam,  berbagai upaya dilakukan untuk membawa motor imam keluar dari sunyinya malam dengan bercucur keringat, hingga pada akhirnya imam menelepon saudaranya untuk menjemput dia, tentu saja hal ini membuat saya dan bobi kesal karena kebodohannya yang tidak menelepon saudaranya sejak tadi, tapi tetap saja, tidak ada kata benci diantara kami, hingga akhirnya kami bertemu dengan kakaknya imam. Lucunya, dengan mudahnya kakaknya imam ini yang biasa kami sebut panjul menstep motor imam dengan lancar, dikarenakan hal tersebut saya dan bobi memutuskan untuk pergi duluan lantaran hari telah sangat malam. Pada saat ini entah berapa wanita yang berusaha dia dekati namun berujung kegagalan, sampai saat dimana dia mengidolakan artis yang biasa berperan di FTV hingga rela bukber bersama, dan datang keacara shootingnya, sampai dalam pikiran jahat saya berpikir “mam mam, cewek kampung aja gaada yang mau ama lu, masa iya lu beralih ke cewe yang lebih tinggi.” Hahaha namun mungkin saja pikiran saya itu berbeda dengan rencana Tuhan suatu hari nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar