Nurul imam ismanto, atau
yang biasa kami sapa dengan akrabnya, imam, amin, atau mam, ini adalah sesosok
pemuda yang tidak seperti namanya, dimana namanya ini mengandung ciri keagamaan
yang kuat namun orangnya ancur hahaha, bisa dibilang dia ini adalah orang yang
dapat dikatakan pekerja keras, baik, aneh, kalo ngomong suka ga jelas dan
gampang ngambekkan. Dia tidak 1 SMP dengan saya maupun SMKnya, namun
kehadirannya tiap berkumpul selalu mengandung gelak tawa yang terasa aneh. Saya
dapat mengatakan bahwa dia ini pekerja keras dikarenakan dia rela pulang pergi
dari citeureup menuju cikarang untuk bekerja menafkahi dirinya dan juga pada
saat SMP maupun SMKnya tiap sore dia selalu membantu orang tuanya berdagang di
kawasan pabrik besar, apabila menurut kalian dia ini orang yang baik menurut
saya dia tidak sebaik itu, karena apabila dia yang berjaga sendirian saat
berdagang terkadang dia mengambil keuntungan sendiri sampai-sampai ortunya
tidak tahu, namun keuntungan yang dia ambil itu terkadang untuk membantu
konsumsi kami saat berkumpul, walaupun dia jarang shalat, namun kepribadian dia
dapat dikatakan baik, dia juga yang paling ahli dalam perhitungan matematika.
Dia juga lah yang dimana dalam perkumpulan kami merokok duluan, namun pada saat
dia merokok atau minum dia tidak pernah mengajak kami untuk merokok bersamanya,
walau pada akhirnya kami merokok juga dikarenakan terdorong oleh rasa ingin
tahu hingga menjadi kebiasaan.
Pernah
pada suatu masa, terjadi kejadian yang unik yang kami bertiga (saya, bobi, dan
imam) alami, yaitu motornya imam mogok didalam suatu kawasan jajanan didaerah
griya gunung putri, hal ini terjadi karena kebodohan dia sendiri saat dia
mengoprek motornya supaya mudah dihidupkan. Alhasil saat jam 10 malam setelah
kami bertiga tanpa kehadiran ncek yang dikarenakan kerja, kami bertiga menstep
motornya imam dengan motornya bobi, namun cara tersebut tidaklah berhasil,
hingga akhirnya kami menemukan sebuah tali rapia diantara ilalalng kemudian
mengikatnya kemotor imam dan saya bertugas untuk memegang tali tersebut supaya
motornya jalan, cara inipun sama tidak berhasil dikarenakan talinya putus, hal
ini membuat kami tertawa lepas dalam keheningan malam yang pada saat itu
menunjukan jam 11 malam, berbagai upaya
dilakukan untuk membawa motor imam keluar dari sunyinya malam dengan bercucur
keringat, hingga pada akhirnya imam menelepon saudaranya untuk menjemput dia,
tentu saja hal ini membuat saya dan bobi kesal karena kebodohannya yang tidak
menelepon saudaranya sejak tadi, tapi tetap saja, tidak ada kata benci diantara
kami, hingga akhirnya kami bertemu dengan kakaknya imam. Lucunya, dengan
mudahnya kakaknya imam ini yang biasa kami sebut panjul menstep motor imam
dengan lancar, dikarenakan hal tersebut saya dan bobi memutuskan untuk pergi
duluan lantaran hari telah sangat malam. Pada saat ini entah berapa wanita yang
berusaha dia dekati namun berujung kegagalan, sampai saat dimana dia
mengidolakan artis yang biasa berperan di FTV hingga rela bukber bersama, dan
datang keacara shootingnya, sampai dalam pikiran jahat saya berpikir “mam mam,
cewek kampung aja gaada yang mau ama lu, masa iya lu beralih ke cewe yang lebih
tinggi.” Hahaha namun mungkin saja pikiran saya itu berbeda dengan rencana
Tuhan suatu hari nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar