Sabtu, 16 Januari 2016

Saya, mereka, dan kita : Alim Bobby Wahyurahmatullah

Alim bobby wahyurahmatullah, atau yang kami biasa panggil dengan akrabnya yaitu, bobi, bob, dan kampret. Dia adalah saudara tak sedarah saya yang menurut saya dia adalah yang paling item diantara kami berempat, wajar saja karena saya tidak ingin disebut item. Dia adalah orang yang bawel, betean, kocak dan yang paling sering digebugin oleh kami. Namun, tanpa adanya dia, maka perkumpulan kami jadi kurang lucu, dia mudah membawa suasana, dari kocak jadi tambah kocak, dari kocak jadi serius, dari serius jadi kocak, dari serius jadi tambah serius, dan lain-lain. Saya mulai mengenal dia dari kelas 1 SD, dan tanpa sadar hingga kelas 6 SD kami masih tetap 1 kelas yang sama, ajaibnya lagi kami 1 SMP walaupun berbeda kelas. Sampai sekarang ada 1 misteri yang belum bisa saya pecahkan, yaitu rumah dia, saat SD saya tidak mengetahui dimana letak rumah dia, namun saat saya kelas 1 SMP ada teman saya yang bernama ujang ingin main kerumah bobi, dengan bertanya dimana rumahnya, kemudian saya menunjukan rumahnya bobi seraya bermain kesana, hingga saat saya pulangdari rumah bobi saat sore hari saya baru sadar, bagaimana caranya saya tahu dimana rumahnya ?, hingga saat ini saya belum bisa memecahkan misteri tersebut.
            Ada suatu ketika saat saya berjalan berdua bareng bobi saat SMP, untuk datang ke sebuah warnet yang jaraknya sekitar 1,5 kilo, kami dihadang oleh 3 orang SMP lain yang bermaksud untuk memalak kami atau dengan bahasa halusnya adalah meminta dengan cara kasar, saat itu badan bobi lebih besar dibandingkan saya, maka yang terjadi dia dikepung oleh 2 orang, dan salah satu orang tersebut membawa celurit kecil yang dia pegang dan ditodong kearah punggung bobi, saya yang melihat hal seperti itu tidak tinggal diam hingga saya menendang kaki orang yang membawa celurit tersebut, kaget dengan reaksi yang seperti itu teman saya langsung memukul orang yang didepannya dan saya juga memukul perut orang yang berada dibelakang saya, wajar kami berani melakukan hal seperti itu karena pada dasarnya kami sudah dilatih pencak silat selama SD. Tidak tinggal diam orang yang memegang celurit tersebut, dia langsung mengayunkan celurit kecilnya kearah muka saya, namun allah telah memberikan saya kelincahan yang luar biasa sehingga saya bisa menghindar dari celurit tajamnya, hingga 1 orang satpam berlari untuk melerai perbuatan mereka, dan dengan untungnya mereka kabur dengan sepeda motor yang tidak memiliki plat nomor. Hal yang membuat saya kesal dari pengalaman ini adalah, satpam tersebut sebelumnya diam saja saat terdapat perkelahian tersebut. Sesaat setelah perkelahian kecil tersebut selesai, maka kami melanjutkan untuk tetap bermain diwarnet dengan riangnya hahaha. Pernah pada suatu malam saya mengunjungi rumahnya, saya datang hanya untuk bermain PS1 lantaran saya tidak ada kegiatan dirumahnya, hingga saya tau bahwa dikontrakan 14 pintu dengan gang kecil dan rumah bobi yang berada dipojokan itu adalah wilayah g*rmo, hingga saya sampai berpikir dan bertanya “bob, ini g*rmo ya?” dan dia menjawab tanpa rasa ragu “iya, lu baru tau”, dan saya pun langsung bertanya pertanyaan yang berselimutkan rasa penasaran “keluarga lu juga komplotannya ?” dan dengan spontan dia menjawab “enak aja, keluarga gw mah gaada hubungannya ama mereka, keluarga gw tinggal disini udah lebih lama dari mereka, makanya nanti  gw mo pindah.” Dan dengan nafas lega saya berkata “ooh, gw kira hahaha”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar