Fajar permana, atau yang
biasa kami sebut dengan akrabnya ncek, fajar, atau jar ini adalah seorang
sahabat yang menurut kami perubahannya yang paling aneh diantara yang lainnya,
mengapa ? karena teman kami yang satu ini memiliki tubuh yang kami bilang
gendut dari SD hingga SMP, perubahan tersebut terjadi saat dia memasuki masa
SMKnya, dimana tanpa kami sadari selama 1 tahun berat badan dia berubah drastis
hingga menjadi tubuh yang proporsional, seolah-olah berat badannya berpindah kedalam
tubuh saya, dan juga dia adalah satu-satunya yang berasal dari TK yang sama
dari ketiga sahabat saya yang lain . Walaupun saat saya SMK berbeda dengan
ketiga sahabat saya, kami selalu berkumpul saat malam hari melakukan hal-hal
aneh. Ncek ini menurut saya style-nya
yang paling keren dibanding yang lainnya, selain itu dia juga memiliki wawasan
yang lumayan dalam bidang konspirasi, nah makanya kalo setiap ada dia selalu
ada konspirasi baru hahaha. Selain itu fajar yang sekarang lebih PeDe buat
deketin wanita, dia juga yang terkadang selalu membawa suasana baru, atau
apabila ada ide jalan2, selalu dia yang memimpin kemana kami menuju, namun saya
akuin bahwa tempat-tempat yang dia rekomendasikan memang selalu asik, dan
ditambah lagi bahwasannya anak bernama fajar ini yang paling “berduit” diantara
kami. Pernah ada masa saat saya SD saya, fajar, dan Alm. Amsir, membentuk suatu
kelompok atau yang pada masa dulu disebut dengan geng, geng kami selalu
bertambah kelompoknya, karena kepopuleran kami, dikarenakan hal itu maka
berganti-ganti pula nama geng yang ada seperti Strong Dynamite, STEPA, dan lain-lain.
Pernah
ada masa saat saya kelas 1 SMP, saya sekelas dengan fajar, namun pada hari Masa
Orientasi Siswa, saya tidak melihat kehadiran anak ini, hingga pada saat MOS
berakhir, pada hari kedua masa kelas 1 SMP saya melihat dia masuk ke kelas saya
bersamaan dengan kakaknya, dia datang dengan baju bebas, hal ini tentu membuat
saya bertanya-tanya “kenapa tuh anak datang sekarang ?” dan dengan terburu-buru
dia langsung duduk di belakang kursi saya dan sayapun mendapatkan jawaban yang
jelas dari dia bahwa dia tidak mengetahui informasi apapun tentang masuk
SMPnya, walaupun begitu saya merasa cukup lega bahwa terdapat teman sekolah
saya yang berasal dari SD dan TK yang sama masuk kedalam kelas saya. Saat
memasuki kelas 2 SMP saya terpisah kelas dari fajar permana, dan dia 1 kelas
dengan bobi. Walaupun begitu, tidak jarang saya sering datang kedalam kelas
mereka hingga akhirnya 1 kelas itupun berteman dengan saya, walaupun ada
beberapa orang yang saya lupa namanya. Saat memasuki kelas 3 SMP saya berdoa
dan berharap sepenuhnya bahwa saya akan sekelas dengan mereka, namun ternyata
Tuhan memiliki rencana lain, alhasil saya berbeda kelas lagi dengan mereka,
namun kedua orang it masih saja 1 kelas, hal ini yang membuat saya jengkel saat
dipenghujung masa SMP tersebut. Dengan berpisahnya kelas saya dengan mereka,
saya melakukan tindakan yang sama saat kelas 2 SMP, dan lagi2 hal ini membuat
saya terkenal kembali dikelas mereka, mungkin saat SMP itu saya yang paling
banyak kenalannya dari yang lainnya hahaha. Pernah ada suatu masa saat saya
sedang bete dikarenakan tugas kuliah, saya menghubungi mereka berempat untuk
bermain, namun 2 respon yang didapat membuat saya merasa jenuh lantaran bobi
sedang bermain bersama kekasihnya dan imam sedang bekerja menafkahi dirinya,
namun fajar merespon untuk bermain datang kerumahnya, sehingga saya tanpa
berpikir langsung datang kerumahnya, walaupun didalam rumahnya kami hanya
bermain PS2 dan merokok, setidaknya hal tersebut membuat saya melepaskan diri
sejenak dari tuagas kuliah hingga datang suatu ide pada saat malam itu, yaitu
ke puncak bogor. Mendengar hal tersebut saya langsung mengiyakan pendapatnya
dan langsung kami berangkat jam 12 malam kepuncak bogor. Sesampainya disana
kami hanya mengobrol didalam wilayah mesjid At-tawun, memesan 2 kopi dimana
kopi tersebut apabila didiamkan saja dalam waktu 15 menit akan langsung dingin,
dan juga berbicara tentang para manusia alay yang memiliki kegiatan tak masuk
akal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar