Jumat, 04 Maret 2016

Etika Profesi

1. karakter-karakter tidak beretika dalam kehidupan sehari-hari.
a. Melanggar aturan yang telah dibuat.
Orang yang suka melanggar sebuah aturan secara tertulis di suatu tempat umum yang memiliki tanda larangan untuk melakukan suatu hal. Perilaku tersebut amat mengganggu orang lain yang mau mentaati peraturan tertulis yang telah dibuat.

b. Egois atau arogan dalam suatu kondisi.

Dalam suatu kelompok kerja dibutuhkan kerja sama dan kekompakkan satu sama lain tetapi jika ada satu orang saja yang tidak mau mengerjakan tugas dalam kelompok tersebut dengan alasan tidak jelas yang   lebih mementingkan kepentingan diri sendiri, maka orang tersebut dapat dianggap tidak beretika karena tidak ingin dibebani tugas apapun.

c. Berkata kotor pada orang lain.
Orang yang sering berbicara atau mengeluarkan kata kotor kepada orang lain sudah sangat melanggar etika dalam kehidupan sehari-hari. Perkataan kotor dapat memicu terjadinya pertengkaran yang akan merusak norma dalam kehidupan bermasyarakat.

d. Suka mengambil barang orang lain.

Orang yang selalu mencari-cari kesempatan disaat orang lain lengah untuk mengambil barang yang bukan miliknya merupakan salah satu karakter orang yang tidak beretika.

e. Tidak tahu sopan santun.

Berlalu-lalang di depan orang lain tanpa mengatakan sapaan hormat adalah ciri dari orang yang tidak memiliki etika. Saling menghormati sesama dalam bentuk sapaan merupakan ciri dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan khususnya dalam kehidupan bermasyarakat.
Sumber : http://theo-ananda.blogspot.co.id/2014/06/tugas-etika-profesi_30.html
2. Tuliskan aktivitas tidak beretika profesional dalam bekerja sebagai seorang sarjana teknik industri.
a. Tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugas, seorang pekerja dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. jika tidak, maka dianggap tidak memiliki etika professional.
b. Tidak menjaga rahasia perusahaan, seorang pekerja hendaknya menjaga semua rahasia data-data yang dimiliki oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
c. Terlambat masuk kerja, sebagai pekerja hendaknya mematuhi peraturan yang ada. Tindakan terlambat masuk kerja tidak mencerminkan keprofesionalan seorang pekerja.
d. Tidak mengikuti peraturan yang berlaku dalam tempat bekerja suatu perusahaan atau tempat seseorang bekerja memiliki peraturan-peraturan yang diwajibkan oleh perusahaan tsb. apabila seorang pekerja tidak dapat mengikuti peraturan perusahaan tsb, maka dianggap tidak memiliki etika professional.
e. Berbicara tidak sopan, sering kali pekerja berbicara tidak sopan di lingkungan kerjanya. Hal ini merupakan tindakan yang tidak profesional. 

Sumber : https://blogrendywahyu.wordpress.com/2015/03/27/tugas-etika-profesi/

3. Pentingnya memahami etika profesi untuk sarjana teknik industri.
Etika menjadi atribut pembeda yang membedakan antara manusia dengan mahluk hidup yang lainnya. Manusia dikatakan sebagai mahluk yang memiliki sebuah derajat yang tinggi di dunia ini, salah satunya karena adanya etika. Berikut ini adalah salah satu contoh etika yang telah disepakati oleh suatu organisasi yaitu tentang kode etik seorang sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri. Semoga menjadi contoh untuk kita semua.
4. Organisasi Profesi yang relevan untuk Prodi Teknik Industri selain PII.
Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI). Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI). adalah organisasi profesi tingkat nasional yang beranggotakan para pakar, pemakai dan peminat ergonomi di berbagai bidang yang bersama-sama berhimpun dalam suatu wadah untuk menggalang kemampuan dalam bidangnya masing-masing membina Ergonomi baik dalam keilmuan maupun dalam pemakaiannya sehingga potensi Ergonomi dalam Pembangunan  Nasional dapat lebih digali dan diwujudkan secara nyata.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar