1. karakter-karakter tidak beretika dalam kehidupan sehari-hari.
a. Melanggar aturan yang telah dibuat.
Orang yang suka melanggar sebuah aturan secara tertulis di suatu tempat
umum yang memiliki tanda larangan untuk melakukan suatu hal. Perilaku
tersebut amat mengganggu orang lain yang mau mentaati peraturan tertulis
yang telah dibuat.
b. Egois atau arogan dalam suatu kondisi.
Dalam suatu kelompok kerja dibutuhkan kerja sama dan kekompakkan satu
sama lain tetapi jika ada satu orang saja yang tidak mau mengerjakan
tugas dalam kelompok tersebut dengan alasan tidak jelas yang lebih
mementingkan kepentingan diri sendiri, maka orang tersebut dapat
dianggap tidak beretika karena tidak ingin dibebani tugas apapun.
c. Berkata kotor pada orang lain.
Orang yang sering berbicara atau mengeluarkan kata kotor kepada orang lain sudah sangat melanggar etika dalam kehidupan sehari-hari. Perkataan kotor dapat memicu terjadinya pertengkaran yang akan merusak norma dalam kehidupan bermasyarakat.
Orang yang sering berbicara atau mengeluarkan kata kotor kepada orang lain sudah sangat melanggar etika dalam kehidupan sehari-hari. Perkataan kotor dapat memicu terjadinya pertengkaran yang akan merusak norma dalam kehidupan bermasyarakat.
d. Suka mengambil barang orang lain.
Orang yang selalu mencari-cari kesempatan disaat orang lain lengah untuk
mengambil barang yang bukan miliknya merupakan salah satu karakter
orang yang tidak beretika.
e. Tidak tahu sopan santun.
Berlalu-lalang di depan orang lain tanpa mengatakan sapaan hormat adalah
ciri dari orang yang tidak memiliki etika. Saling menghormati sesama
dalam bentuk sapaan merupakan ciri dari masyarakat yang menjunjung
tinggi nilai kemanusiaan khususnya dalam kehidupan bermasyarakat.
Sumber : http://theo-ananda.blogspot.co.id/2014/06/tugas-etika-profesi_30.html
2. Tuliskan aktivitas tidak beretika profesional dalam bekerja sebagai seorang sarjana teknik industri.
a. Tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugas, seorang pekerja
dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional harus senantiasa
menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan
yang dilakukannya. jika tidak, maka dianggap tidak memiliki etika
professional.
b. Tidak menjaga rahasia perusahaan, seorang pekerja hendaknya menjaga semua rahasia data-data yang dimiliki oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
c. Terlambat masuk kerja, sebagai pekerja hendaknya mematuhi peraturan yang ada. Tindakan terlambat masuk kerja tidak mencerminkan keprofesionalan seorang pekerja.
d. Tidak mengikuti peraturan yang berlaku dalam tempat bekerja suatu perusahaan atau tempat seseorang bekerja memiliki peraturan-peraturan yang diwajibkan oleh perusahaan tsb. apabila seorang pekerja tidak dapat mengikuti peraturan perusahaan tsb, maka dianggap tidak memiliki etika professional.
e. Berbicara tidak sopan, sering kali pekerja berbicara tidak sopan di lingkungan kerjanya. Hal ini merupakan tindakan yang tidak profesional.
b. Tidak menjaga rahasia perusahaan, seorang pekerja hendaknya menjaga semua rahasia data-data yang dimiliki oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
c. Terlambat masuk kerja, sebagai pekerja hendaknya mematuhi peraturan yang ada. Tindakan terlambat masuk kerja tidak mencerminkan keprofesionalan seorang pekerja.
d. Tidak mengikuti peraturan yang berlaku dalam tempat bekerja suatu perusahaan atau tempat seseorang bekerja memiliki peraturan-peraturan yang diwajibkan oleh perusahaan tsb. apabila seorang pekerja tidak dapat mengikuti peraturan perusahaan tsb, maka dianggap tidak memiliki etika professional.
e. Berbicara tidak sopan, sering kali pekerja berbicara tidak sopan di lingkungan kerjanya. Hal ini merupakan tindakan yang tidak profesional.
Sumber : https://blogrendywahyu.wordpress.com/2015/03/27/tugas-etika-profesi/
3. Pentingnya memahami etika profesi untuk sarjana teknik industri.
Etika menjadi
atribut pembeda yang membedakan antara manusia dengan mahluk hidup yang
lainnya. Manusia dikatakan sebagai mahluk yang memiliki sebuah derajat
yang tinggi di dunia ini, salah satunya karena adanya etika. Berikut ini
adalah salah satu contoh etika yang telah disepakati oleh suatu
organisasi yaitu tentang kode etik seorang sarjana Teknik Industri dan
Manajemen Industri. Semoga menjadi contoh untuk kita semua.
4. Organisasi Profesi yang relevan untuk Prodi Teknik Industri selain PII.
Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI). Perhimpunan
Ergonomi Indonesia (PEI). adalah organisasi profesi
tingkat nasional yang beranggotakan
para pakar, pemakai dan peminat ergonomi di berbagai bidang yang bersama-sama berhimpun dalam suatu wadah
untuk menggalang kemampuan dalam bidangnya masing-masing membina Ergonomi baik dalam
keilmuan maupun dalam pemakaiannya sehingga potensi Ergonomi dalam Pembangunan Nasional
dapat lebih digali dan diwujudkan
secara nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar