Jumat, 08 April 2016

TUGAS 3 ETIKA PROFESI

2.  Sebutkan contoh dan beri penjelasan mengenai standar Teknik (minimal 5) dan standar manajemen (minimal 5) yang relevan dengan Teknik Industri !
a.        Standar Teknik adalah serangkaian eksplisit persyaratan yang harus dipenuhi oleh bahan, produk, atau layanan. Jika bahan, produk atau jasa gagal memenuhi satu atau lebih dari spesifikasi yang berlaku, mungkin akan disebut sebagai berada di luar spesifikasi. Sebuah standard teknik dapat dikembangkan secara pribadi, misalnya oleh suatu perusahaan, badan pengawas, militer, dll: ini biasanya di bawah payung suatu sistem manajemen mutu. Istilah standard teknik yang digunakan sehubungan dengan lembar data. Dalam rekayasa, manufaktur, dan bisnis, sangat penting bagi pemasok, pembeli, dan pengguna bahan, produk, atau layanan untuk memahami dan menyetujui semua persyaratan. Standard teknik adalah jenis sebuah standar yang sering dirujuk oleh suatu kontrak atau dokumen pengadaan. Ini menyediakan rincian yang diperlukan tentang persyaratan khusus. Berikut ini adalah beberqapa contoh mengenai standar teknik di dunia.
1)      Standar Nasional Indonesia (SNI)
Salah satu contoh standart teknik adalah SNI ( Standart Nasional Indonesia). SNI adalah satu – satunya standart yang berlaku secara nasional di Indonesia, dimana semua produk atau tata tertib pekerjaan harus memenuhi standart SNI ini. SNI dirumuskan oleh PanitiaTeknis dan ditetapkan oleh BSN  Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder.
2)      ASME (American Society of Mechanical Engineer)
Merupakan organisasi non profit yang bergerak di bidang standarisasi teknik khususnya bidang teknik mesin.  Organisasi ini dikenal untuk menetapkan kode dan standar untuk perangkat mekanis. ASME melakukan salah satu operasi terbesar di dunia penerbitan teknis melalui ASME Press, menyelenggarakan konferensi bidang teknis dan mengadakan kursus pengembangan profesional setiap tahun, dan mensponsori program pendidikan khususnya bidang teknik.
3)      ANSI (American National Standards Institute)
ANSI memiliki kapasitas sebagai administrator dan koordinator sistem standarisasi di USA selama lebih dari 90 tahun. Berdiri sejak tahun 1918, didirikan oleh 5 kelompok engineering dan 3 badan pemerintahan, sebagai organisasi non profit yang didukung oleh organisasi pemerintah maupun sektor swasta. ANSI memperkenalkan penggunaan standar internasional baik untuk sektor bisnis, kebijakan teknis secara nasional dan internasional.
4)      Japanese Industrial Standar (JIS)
Menentukan standar yang digunakan untuk kegiatan industri di Jepang. Proses standardisasi dikoordinasikan oleh Komite Standar Industri Jepang dan dipublikasikan melalui Jepang Standards Association.
5)      TEMA (Tubular Exchanger Manufacturers Association)
The Tubular Exchanger Manufacturers Association, Inc (TEMA) adalah asosiasi perdagangan dari produsen terkemuka shell dan penukar panas tabung, yang telah merintis penelitian dan pengembangan penukar panas selama lebih dari enam puluh tahun.Standar TEMA dan perangkat lunak telah mencapai penerimaan di seluruh dunia sebagai otoritas pada desain shell dan tube penukar panas mekanik. TEMA adalah organisasi progresif dengan mata ke masa depan. Anggota pasar sadar dan secara aktif terlibat, pertemuan beberapa kali setahun untuk mendiskusikan tren terkini dalam desain dan manufaktur.
b.            Standar manajemen adalah struktur tugas, prosedur kerja, sistem manajemen dan standar kerja dalam bidang kelembagaan, usaha serta keuangan. Berikut ini adalah standar manajemen yang diterapkan hamper di dunia
1)      ISO 9001 (Manajemen Mutu)
ISO 9001 adalah standar internasional yang diakui dunia untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) dan bersifat global. SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan. Sistem ini besifat umum dan dapat diterapkan untuk berbagai jenis organisasi dan industri. Sistem ini juga bersifat fleksibel untuk mengarahkan berbagai organisasi dan industri dalam mencapai efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaannya untuk mencapai kepuasan pelanggan.
2)      OHSAS 18001 (Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
OHSAS 18001 adalah suatu standard internasional untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja/perusahaan. Banyak organisasi di berbagai negaratelah mengadopsi OHSAS 18001 untuk mendorong penerapan keselamatan dan kesehatan kerja denganmelaksanakan prosedur yang mengharuskan organisasisecara konsisten mengidentifikasi dan mengendalikan resiko bahayaterhadap keselamatan dan kesehatan di tempat kerja; serta memperbaiki kinerja dan citra perusahaan.
3)      ISO 14001  (Manajemen Lingkungan)
ISO 14001 dipelajari oleh berbagai bidang pendidikan namun tidak “ seumum” ISO 9001 yang banyak ditemui di bidang apa saja. Sistem manajemen ini banyak ditemui pada bidang teknik lingkungan. Selain itu sistem manajemen ini juga mempunyai kaitan dengan bidang ergonomi (teknik industri) terutama pada kuliah manajemen limbah industri. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa bidang lingkungan hidup atau ekologi dan ergonomi mempunyai hubungan yang cukup kuat.
4)      ISO 31000:2009 (Manajemen Risiko)
ISO 31000:2009 merupakan pedoman standar, instruksi, dan tuntutan bagi sebuah organisasi untuk membangun sebuah pondasi dan kerangka kerja bagi suatu program manajemen risiko. Pondasi tersebut meliputi aturan, tujuan, dan komitmen untuk membangun suatu program manajemen risiko yang komprehensif. Kerangka kerja meliputi perencanaan, akuntabilitas dari para karyawan, proses dan aktivitas yang digunakan untuk mengelola risiko dalam kinerja perusahaan. Tujuan dari standarisasi ini adalah untuk menyediakan prinsip-prinsip dan acuan dari program manajemen risiko kepada organisasi.
5)      Total Quality MANAGEMENT <TQM> (Manajemen Produksi)
Total Quality MANAGEMENT (TQM) mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM menekankan komitmen manajemen untuk mendapatkan arahan perusahaan yang ingin terus meraih keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa penting bagi pelanggan.

SUMBHER :
dian.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../ETIKA+PROFESI+(3).pdf
http://isoindonesiacenter.com/iso-31000-standar-manajemen-risiko/
https://csagboyz.wordpress.com/2016/01/05/standar-teknik-dan-standar-manajemen/

TUGAS 2 ETIKA PROFESI

1.      Jelaskan berbagai organisasi Profesi beserta kode etik profesinya yang relevan dengan bidang Teknik Indsutri baik regional maupun global ! (Minimal 5)
a.      Persatuan Insinyur Indonesia (PII)
Persatuan Insinyur Indonesia atau disingkat PII (dalam bahasa Inggris The Institution of Engineers Indonesia – IEI) adalah organisasi profesi yang didirikan di kota Bandung pada tanggal 23 Mei 1952 untuk menghimpun para insinyur atau sarjana teknik di seluruh Indonesia. Kode etik dari PII adalah sebagai berikut.
-          Mengutamakan keluhuran budi.
-    Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
-       Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
-         Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.

b.       Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI)
Untuk menjamin pelaksanaan tugas dengan sebaik-baiknya maka disusunlah ketentuan dasar Kode Etik dan Tata Laku Profesi yang wajib dipenuhi dan dilaksanakan oleh Anggota Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia. Berikut ini adalah kode etik dari ASTTI.
-      Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai dasar Fundamental untuk mewujudkan manusia yang berjiwa Pancasila serta memiliki kesadaran Nasional yang tinggi, tunduk kepada perundang-undangan & peraturan yang berlaku serta menghindarkan diri dari perbuatan melawan hukum.
-    Tanggap terhadap kemajuan & senantiasa memelihara serta meningkatkan Kemampuan Teknis, Mutu, Keahlian & Pengabdian profesinya seiring dengan perkembangan teknologi.
-   Penuh rasa tanggung jawab serta selalu berusaha untuk meningkatkan pemahaman mengenai teknologi dan penerapannya yang tepat sebagai tuntutan dari keprofesionalan.
-    Disiplin serta berusaha agar pekerjaan yang dilaksanakannya dapat berdaya guna dan berhasil guna melalui proses persaingan yang sehat serta menjauhkan diri dari praktek/tindakan tidak terpuji yang mengakibatkan kerugian pihak lain.
-   Adil, Tegas, Bijaksana dan Arif serta Dewasa dalam membuat keputusan-keputusan keteknisan dengan berpedoman kepada Keselamatan, Keamanan, Kesehatan, Lingkungan, serta Kesejahteraan Masyarakat.

c.       Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)
Merupakan satu wadah tempat berkumpulnya para ahli ergonomi atau ergonom, akademisi serta pemerhati ergonomi dari seluruh Indonesia. Kegiatan workshop PEI sudah menjadi kalender kegiatan sesuai dengan hasil rapat pengurus. Semakin berkembangnya peminatan ergonomi seperti ergonomi industri, ergonomi kesehatan, ergonomi kognitif dan pesatnya perkembangan riset di bidang Ergonomi sangatlah penting untuk dikomunikasikan di kalangan para peneliti dan pemerhati ergonomi.  Dengan demikian paparan ilmiah yang merupakan hasil riset terbaru ergonomi perlu diadakan dalam bentuk workshop untuk dikaji dan dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan pengetahuan khususnya bagi anggota PEI dan masyarakat ilmiah pada umumnya. Kode etik pada PEI adalah sebagai berikut.
-          Tanggung Jawab Profesional
-          Tanggung  Jawab dan Kewajiban terhadap Masyarakat
-          Tanggung Jawab dan Kewajiban terhadap Profesi
-          Tanggung Jawab dan Kewajiban terhadap Klien
-          Tanggung Jawab dan Kewajiban terhadap Kolega

d.      Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri (ISTMI)
ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri) merupakan organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia.
ISTMI memiliki tujuan mencapai kemantapan peranan Sarjana dan Ilmu TI & MI maupun terapannya dalam pembangunan masyarakat pada umumnya dan khususnya pembangunan industri di Indonesia, demi mempercepat kesejahteraan bangsa serta mengembangkan profesi TI & MI di Indonesai sehingga dapat berperan dalam peningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia khususnya dan umat manusia umumnya, serta memiliki misi-misi untuk dapat memenuhi visi tersebut. Kode etik dari ISTMI adalah sebagai berikut.
Kode Etik ISTMI
Untuk lebih menghayati Kode Etik Profesi Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia dalam operasionalisasi sesuai bidang masing-masing, dan sadar sepenuhnya akan tanggung jawab sebagai warga negara maupun sebagai sarjana, akan panggilan pertumbuhan dan pengembangan pembangunan di Indonesia maka kami Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri bersepakat untuk lebih mempertinggi pengabdian kepada Bangsa, Negara dan Masyarakat

e.       The IAENG Society of Industrial Engineering (ISINDE)
(ISINDE) adalah organisasi untuk insinyur teknik industri dan mahasiswa teknik industri yang bertempat hampir diseluruh asia. Melalui perkumpulan dan workshop teknik industry, ISINDE melayani dalam forum jejaring sosial, membagikan informasi, pertukaran pikiran dan penyelesaian masalah untuk komunitas teknik industri.

SUMBER :
http://www.astti.or.id/index.php?show=content&type=static&mid=3&id=3

Jumat, 04 Maret 2016

Etika Profesi

1. karakter-karakter tidak beretika dalam kehidupan sehari-hari.
a. Melanggar aturan yang telah dibuat.
Orang yang suka melanggar sebuah aturan secara tertulis di suatu tempat umum yang memiliki tanda larangan untuk melakukan suatu hal. Perilaku tersebut amat mengganggu orang lain yang mau mentaati peraturan tertulis yang telah dibuat.

b. Egois atau arogan dalam suatu kondisi.

Dalam suatu kelompok kerja dibutuhkan kerja sama dan kekompakkan satu sama lain tetapi jika ada satu orang saja yang tidak mau mengerjakan tugas dalam kelompok tersebut dengan alasan tidak jelas yang   lebih mementingkan kepentingan diri sendiri, maka orang tersebut dapat dianggap tidak beretika karena tidak ingin dibebani tugas apapun.

c. Berkata kotor pada orang lain.
Orang yang sering berbicara atau mengeluarkan kata kotor kepada orang lain sudah sangat melanggar etika dalam kehidupan sehari-hari. Perkataan kotor dapat memicu terjadinya pertengkaran yang akan merusak norma dalam kehidupan bermasyarakat.

d. Suka mengambil barang orang lain.

Orang yang selalu mencari-cari kesempatan disaat orang lain lengah untuk mengambil barang yang bukan miliknya merupakan salah satu karakter orang yang tidak beretika.

e. Tidak tahu sopan santun.

Berlalu-lalang di depan orang lain tanpa mengatakan sapaan hormat adalah ciri dari orang yang tidak memiliki etika. Saling menghormati sesama dalam bentuk sapaan merupakan ciri dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan khususnya dalam kehidupan bermasyarakat.
Sumber : http://theo-ananda.blogspot.co.id/2014/06/tugas-etika-profesi_30.html
2. Tuliskan aktivitas tidak beretika profesional dalam bekerja sebagai seorang sarjana teknik industri.
a. Tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugas, seorang pekerja dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. jika tidak, maka dianggap tidak memiliki etika professional.
b. Tidak menjaga rahasia perusahaan, seorang pekerja hendaknya menjaga semua rahasia data-data yang dimiliki oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
c. Terlambat masuk kerja, sebagai pekerja hendaknya mematuhi peraturan yang ada. Tindakan terlambat masuk kerja tidak mencerminkan keprofesionalan seorang pekerja.
d. Tidak mengikuti peraturan yang berlaku dalam tempat bekerja suatu perusahaan atau tempat seseorang bekerja memiliki peraturan-peraturan yang diwajibkan oleh perusahaan tsb. apabila seorang pekerja tidak dapat mengikuti peraturan perusahaan tsb, maka dianggap tidak memiliki etika professional.
e. Berbicara tidak sopan, sering kali pekerja berbicara tidak sopan di lingkungan kerjanya. Hal ini merupakan tindakan yang tidak profesional. 

Sumber : https://blogrendywahyu.wordpress.com/2015/03/27/tugas-etika-profesi/

3. Pentingnya memahami etika profesi untuk sarjana teknik industri.
Etika menjadi atribut pembeda yang membedakan antara manusia dengan mahluk hidup yang lainnya. Manusia dikatakan sebagai mahluk yang memiliki sebuah derajat yang tinggi di dunia ini, salah satunya karena adanya etika. Berikut ini adalah salah satu contoh etika yang telah disepakati oleh suatu organisasi yaitu tentang kode etik seorang sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri. Semoga menjadi contoh untuk kita semua.
4. Organisasi Profesi yang relevan untuk Prodi Teknik Industri selain PII.
Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI). Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI). adalah organisasi profesi tingkat nasional yang beranggotakan para pakar, pemakai dan peminat ergonomi di berbagai bidang yang bersama-sama berhimpun dalam suatu wadah untuk menggalang kemampuan dalam bidangnya masing-masing membina Ergonomi baik dalam keilmuan maupun dalam pemakaiannya sehingga potensi Ergonomi dalam Pembangunan  Nasional dapat lebih digali dan diwujudkan secara nyata.
 

Sabtu, 16 Januari 2016

Usaha Saturday Night Cafe



Usaha adalah suatu kegiatan yang dapat menghasilkan keuntungan bagi pemilik usaha tersebut dengan kerja keras untuk mencapai keuntungan tersebut. Pada tugas saya kali ini akan menjelaskan usaha tentang cafe yang bernama Saturday night cafe atau yang disingkat menjadi Satnight cafe. Usaha ini tidak seperti cafe-cafe yang mewah yan seperti di ibukota, usaha ini berjalan sama sperti halnya warung kopi atau yang kita kenal dengan sebutan warkop, namun pemilihan nama cafe inin digunakan untuk menarik minat pelanggan yang umumnya anak muda, dikarenakan sebutan cafe sendiri itu adalah suatu istilah yang sering digunakan anak muda untuk berkumpul atau nongkrong. Seperti pada namanya yaitu satnight cafe, usaha ini berjalan hanya pada malam minggu saja, dikarenakan para anak muda lebih sering beraktivitas pada malam minggu. Walaupun berjalan selayaknya warkop biasa namunterdapat fasiilitas yang disediakan Satnight cafe ini. Fasilitas tersebut antara lain :
-        Nonton movie gratis
-        Request lagu
-        Pelayanan terbaik, dan
-        Tempat bersih
Usaha ini tidak seperti cafe, maupun seperti warkop, dikarenakan pada cafe harga yang ada pastinya hanya untuk kalangan menengah ke atas, berbeda dengan warkop yang harganya murah namun makanan dan minuman yang disedakan hanya itu saja. Satnight cafe berinovasi yang bereferensi dari warkop dan cafe biasa, yaitu makanan dan minuman yang dipesan bermacam-macam, contohnya nasi goreng mie, mie basah, es capuccino, danes jeruk, dan lain-lain. Oleh karena itu satnight cafe berbeda dengan usaha-usaha untuk tempat nongkrong lainnya.

Modal untuk usaha Satnight cafe



Modal usaha untuk satnight cafe berasal dari modal sendiri yang terdiri dari 3 pendiri dan jga emungkinkan orang tua untuk memodali usaha tersebut. Namun terkadang, terdapat beberapa orang yang menanamkan modal mereka. Modal untuk satnight cafe ini hanya sebesar Rp. 8.000.000,-. Modal ini didapatkan dari 3 pendiri yang dimana pada perintis usaha ini masih berstatus mahasiswa.