Senin, 23 Februari 2015

CONTOH METODE PENELITIAN



BAB I
PENDAHULUAN

1.                  Latar Belakang Masalah
Produktivitas pada operator pembuatan kap lampu yang bekerja pada perusahaan PT. Citilite sering kali dipengaruhi oleh kinerja dari operator pembuatan kap lampu tersebut. Produktivitas dari operator sangat mempengaruhi tingkat produksi dan kualitas dari produk kap lampu karena dengan begitu bisa diketahui pendapatan dari perusahaan menurun atau meningkat.
Produktivitas dari operator juga dipengaruhi oleh lingkungan kerja atau kondisi dari operatornya tersebut. Produktivitas operator ini bisa diukur menggunakan data waktu acak menggunakan metode work sampling untuk mengetahui seberapa besar operator tersebut produktif atau tidak.

2.                  Tujuan Penelitian
Proposal Penelitian ini memiliki beberapa tujuan antara lain :
1.        Mengetahui persentase produktif dan non produktif operator yang bekerja pada PT. Citilite.
2.        Mengetahui waktu baku dari operator yang bekerja di PT. Citilite.
3.        Mengetahui tingkat ketelitian data dari operator yang bekerja di PT. Citilite.
4.        Mengetahui nilai kecukupan data dari penelitian yang dilakukan terhadap operator yag bekerja di PT. Citilite.







BAB II
LANDASAN TEORI

2.1     Pengertian Work Sampling
Telah  dikemukakan  berbagai  cara   menetapkan  waktu  baku  dimana terdapat diantaranya sampling pekerjaan. Cara ini, bersama-sama dengan pengukuran waktu jam henti merupakan cara langsung yang pengukurannya langsung di tempat  berjalannya pekerjaan. Jadi,  work  sampling adalah teknik untuk  menganalisa  produktivitas  dari  aktivitas  mesin,  proses,  atau  pekerja. Metode ini merupakan metode pengukuran kerja secara langsung karena pengamatan dilakukan secara langsung terhadap objek pengamatan (Sutalaksana, 2006).
Metode work sampling sangat baik digunakan dalam melakukan pengamatan atas pekerjaan yang sifatnya tidak berulang dan memiliki waktu yang relatif panjang. Berdasarkan  prosedur pelaksanaanya cukup sederhana, yaitu melakukan pengamatan aktifitas kerja untuk selang waktu yang diambil secara acak terhadap satu atau lebih mesin atau operator dan kemudian mencatatnya apakah mereka ini dalam keadaan bekerja atau menganggur (Sritomo, 2003).
Metode work sampling cocok digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak berulang. Pengamatan dengan work sampling dilakukan pada waktu yang telah ditentukan secara acak sehingga sangat efektif dan efisien untuk mengumpulkan informasi mengenai kinerja mesin atau pekerja, karena tidak memerlukan waktu yang lama. Pengamatan metode work sampling tidak perlu dilakukan pada keseluruhan jumlah populasi, cukup dengan menggunakan sampel yang diambil secara acak dari populasi. (Sutalaksana, 2006).


                 2.2     Berbagai Kegunaan Work Sampling
Work sampling mempunyai beberapa kegunaan pada umumnya  di bidang produksi selain untuk menghitung waktu-waktu penyelesaian. Kegunaan dari metode work sampling tersebut ialah (ainul, 2012):
1. Mengetahui distribusi pemakain waktu sepanjang waktu kerja oleh pekrja atau kelompok kerja.
2. Mengetahui tingkat pemanfaatan mesin-mesin atau alat-alat di pabrik.
3. Menentukan wakti baku bagi pekerja-pekerja tidak langsung.
4. Memperkirakan kelonggaran bagi suatu pekerjaan.
Metode work sampling akan terasa jauh lebih efisien karena informasi yang dikehendaki akan didapatkan dalam waktu yang relatif  lebih singkat dan biaya yang tidak terlalu besar. secara  garis  besar  metode  sampling  kerja  ini  dapat  digunakan  untuk (Sritomo Wignjosoebroto, 2003):
1.                  Mengukur  Ratio  Delay dari sejumlah  mesin,  operator  /  karyawan atau  fasilitas kerja lainnya.
2.                  Menetapkan  Performance Level  dari seseorang selama waktu kerja       berdasarkan waktu-waktu dimana orang itu bekerja atau tidak bekerja, terutama sekali untuk pekerjaan manual.
3.                  Menentukan waktu baku untuk suatu proses operasi kerja.

2.3    Langkah-Langkah Sebelum Melakukan Work Sampling
Langkah-langkah dalam melakukan work sampling tidak berbeda dengan cara jam henti. Begitu pula langkah-langkah yang dijalankan sebelum sampling dilakukan, yaitu:
1.                  Menetapkan tujuan pengukuran, yaitu untuk apa sampling dilakukan yang akan menentukan besarnya tingkat ketelitian dan keyakinan.
2.                  Jika  sampling   ditunjukan  untuk   mendapatkan  waktu  baku,   lakukanlah penelitian pendahuluan untuk mengetahui ada tidaknya sistem kerja yang baik. Jika belum, perbaikan-perbaikan sistem kerja harus dilakukan dahulu.
3.                  Memilih operator yang terbaik.
4.                  Mengadakan latihan bagi para operator yang dipilih agar bisa dan terbiasa dengan sistem kerja yang dilakukan.
5.                  Melakukan pemisahan kegiatan sesuai yang ingin didapatkan.
6.                  Menyiapkan peralatan yang diperlukan berupa papan pengamatan, lembaran- lembaran pengamatan, pena atau pensil, dan alat lain yang diperlukan untuk melakukan pengamatan (Sutalaksana, 2006).

2.4     Melakukan Sampling
Cara melakukan sampling pengamatan dengan sampling pekerjaan juga tidak berbeda dengan yang dilakukan untuk cara jam henti yaitu yang terdiri dari tiga langkah yaitu melakukan sampling pendahuluan, menguji keseragaman data, dan menghitung jumlah kunjungan yang diperlukan. Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkapnya (Sutalaksana, 2006).
1.                  Sampling Pendahuluan
Melakukan sejumlah kunjungan yang banyaknya ditentukan oleh pengukur, biasanya tidak kurang dari 30. Semua pekerjaan yang dilakukan pekerja untuk menyelesaikan   pekerjaan   disebut   sebagai   kegiatan   produktif   dan   non produktif.
2.                  Pengujian Keseragaman Data
Tentukan batas-batas kontrol yaitu batas kontrol atas dan batas kontrol bawah.           
3.                  Menghitung waktu baku
Waktu baku adalah waktu penyelesaian yang dibutuhkan secara wajar oleh pekerja  normal untuk  menyelesaikan pekerjaannya  yang  dikerjakan dalam sistem kerja terbaik pada saat itu. Hal yang terakhir dilakukan dalam sampling pekerjaan adalah menghitung waktu baku. Waktu normal adalah waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan oleh pekerja dalam kondisi wajar dan kemampuan rata-rata.

2.5      Produktivitas Kinerja
Produktivitas merupakan perbandingan antara output dan input, pengertian tersebut  digunakan untuk ukuran produktivitas  kinerja.  Formulasinya  menjadi output yang dihasilkan oleh pekerja dibagi dengan jam kerja. Ada dua unsur yang dapat digunakan sebagai kriteria dari produktivitas kinerja, yaitu besar kecilnya keluaran  yang dihasilkan dan waktu kerja  yang  dibutuhkan untuk  melakukan suatu pekerjaan.
Pengukuran  produktivitas  secara  akurat  dan  tepat  akan  membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama. Namun, metode work sampling dapat digunakan untuk mengukur produktivitas pekerja, karena salah satu manfaat dari work sampling adalah mengetahui distribusi pemakaian waktu kerja oleh pekerja. Berdasarkan hasil tersebut  maka  dapat  diketahui persentase produktivitas dan persentase non produktif dari pekerja, dimana persentase produktivitas pekerja dilihat dari pemakaian waktu kerja untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif.
Banyaknya pengamatan  yang harus dilaksanakan dalam kegiatan  sampling kerja dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu:
1. Tingkat kepercayaan (Confidence Level).
2. Tingkat ketelitian (Degree of Accuracy).
Mengasumsikan bahwa  terjadinya  keadaan  operator  atau  sebuah  fasilitas  yang akan  menganggur  (idle)  atau  produktif   mengikuti  pola  distribusi  normal,  maka jumlah pengamatan yang seharusnya dilaksanakan dapat dicari didasarkan formulasi sebagai berikut (Sritomo Wignjosoebroto, 2003):
Untuk melakukan pengamatan terhadap stopwtch dan work sampling
Berikut Perbedaan / Perbandingan Cara Stopwatch dengan cara Work Sampling :
(Ainul, 2012)
Cara Stopwatch
Cara Work Sampling
Untuk job rutin dan monoton
Untuk job bervariasi dan tidak rutin
Umumnya mengamati 1 orang
Mengamati beberapa orang
Perhitungan berdasarkan waktu
Perhitungan berdasarkan proporsi
Siklus jobpendek da jelas
Silklus job tidak jelas
Pengamatan kontinu
Pengamatan diskrit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar